Kamis, 12 April 2012

PROTOKOL KOMUNIKASI DATA

Definisi.
Ada banyak definisi protokol Komunikasi Data diantaranya adalah :  
  •  Kumpulan aturan/prosedur yang mengedalikan pengoperasian unit-unit fungsional untuk melakukan hubungan komunikasi. 
  •  Harus dipatuhi oleh dua atau lebih system yang hendak berkomunikasi. 
  •  Melaksanakan pembangunan hubungan antara pengirim dan penerima. 
  •  Menyalurkan informasi dengan keandalan yang tinggi.

Fungsi Protokol

1. Fragmentation dan Reassambly
2. Encapsulation
3. Connection Control
4. Flow Control
5. Error Control
6. Syncronization
7. Sequencing
8. Addressing
9. Multiplexing
10.Transmision Service


JENIS /MACAM  PROTOKOL  KOMUNIKASI

Model OSI
Terdiri atas 7 layer (lapisan) yang mendefinisikan fungsi. Untuk tiap layernya dapat terdiri atas sejumlah protocol yang berbeda, masing-masing menyediakan pelayanan yang sesuai dengan fungsi layer tersebut.
  • Application Layer: interface antara aplikasi yang dihadapi user and resource jaringan yang diakses. Kelompok aplikasi dengan jaringan:
    • File transfer dan metode akses
    • Pertukaran job dan manipulasi
    • Pertukaran pesan
  • Presentation Layer: rutin standard me-presentasi-kan data.
    • Negosiasi sintaksis untuk transfer
    • Transformasi representasi data
  • Session Layer: membagi presentasi data ke dalam babak-babak (sesi)
    • Kontrol dialog dan sinkronisasi
    • Hubungan antara aplikasi yang berkomunikasi
  • Transport Layer:
    • Transfer pesan (message) ujung-ke-ujung
    • Manajemen koneksi
    • Kontrol kesalahan
    • Fragmentasi
    • Kontrol aliran
  • Network Layer: Pengalamatan dan pengiriman paket data.
    • Routing
    • Pengalamatan secara lojik
    • setup dan clearing (pembentukan dan pemutusan)
  • Data-link Layer: pengiriman data melintasi jaringan fisik.
    • Penyusunan frame
    • Transparansi data
    • Kontrol kesalahan (error-detection)
    • Kontrol aliran (flow)
  • Physical Layer: karakteristik perangkat keras yang mentransmisikan sinyal data.
Setiap data yang lewat ke layer lebih rendah ditambah header kontrol yang sesuai dengan layernya. Sebaliknya data ke layer lebih tinggi setelah dikurangi dengan header kontrol.


D.P.A. Architecture 
Dikeluarkan oleh Badan Pertahanan Amerika (DOD).  Layering model DPA sebagai berikut: 
Network Access Layer  
-   Menentukan route data. 
- Control flow antar Host. 
  
Internet Layer
- Mengikuti prosedur yang diperlukan dalam   network network yang ada. 
  
Host-host Layer 
-Mengatur pengiriman data antar    Host. 
  
Process Application Layer
-   Pertukaran aplikasi data.

S.N.A. (Systems Network  Architecture)
S.N.A.  dikeluarkan  oleh IBM. 
  
Protokol ini terdiri  dari  7 Layer  yaitu : 
  • Physical Control  (layer 1)
  • Data Link Control  (layer 2)    Fungsi yang  sama  dengan data link model OSI.
  • Path Control (layer 3)  Menentukan routing dan flow control
  • Transmission Control (layer 4) Fungsinya: Routing bila layer 3 tidak ada routing, Encapsulation, Pacing
  • Datá Flow Control (Layer 5)    Fungsinya:
- Send/Receive Mode
- Full Duplex
- Half Duplex
- Flip Flop
- Chaining (merangkaikan   data )
- Bracketing (data  dikelom-pokkan)
- Response options
- Tidak mengirim response
-  Mengirim  response  hanya    pada  waktu-waktu tertentu 
-Selalu mengirim response
  • Presentation Services (layer 6)
  • Transaction Services (layer 7)

Protocol TCP/IP

  • Aplication layertelnetftp, dll.
  • Transport Layer:
    • TCP (Transmission Control Protocol) = mengirim data dengan deteksi dan koreksi kesalahan. Selalu memeriksa keterhubungan.
    • UDP (User Datagram Protocol) = mengirim data tanpa koneksi. Melemparkan data ke network begitu saja.
  • Network layer atau Internet: Internet Protocol (IP). Pelayanan pengiriman paket elementer. Definisikan datagram (jika alamat tujuan tidak dalam jaringan lokal, diberi gateway = device yang menswitch paket antara jaringan fisik yang beda; menentukan gateway yang digunakan).
  • Data-link layer: Melakukan fragmentasi atau defragmentasi datagram.
  • Physical layer: sarana sistem mengirimkan data ke device yang terhubung ke network.

Fungsi Lapisan Protokol Datalink

  1. Pembentukan frame (framing)
    1. Protokol berorientasi karakter (BSC = Binary Synchronous Control)
    2. Protocol berorientasi bit (HDLC = High Level Data Link Control)
  2. Transparansi data
    1. Transparansi data pada protokol berorientasi karakter
      Format frame dalam bentuk transparans mode:
      • Data Link Escape (DLE)
      • Start Of Header (SOH)
      • Header
      • DLE
      • Start of TeXt (STX)
      • Data
      • DLE
      • End of TeXt (ETX)
      • Block of Check Character
      Semua karakter kontrol didampingi DLE, sehingga ETX tanpa DLE tidak menimbulkan masalah.
      Lihat kode ASCII untuk masing-masing DLE, SOH, STX, ETX.
    2. Transparansi data pada protokol berorientasi bit
      Format:
      • Flag sebagai pembatas
      • Header
      • data
      • Frame Check Sequence (FCS) untuk sinkronisasi
      • Flag
  3. Error Control
    Derajat kesalahan, peluang kesalahan
    Kesalahan disebabkan oleh transmisi dengan adanya gangguan (noise). Jenis:
    1. thermal/white : akibat sifat konduktor logam kawat yang dialiri listrik. Panas sebagai hambatan/tahanan
    2. Impulse : misalkan loncatan pulsa (pulse)
    3. Crosstalk
    4. Intermodulation noise, interferensi
    Jenis kesalahan berdasarkan bit
    1. Single bit error (kesalahan tunggal)
    2. Even bit error (jumlah kesalahan genap)
    3. Burst error (kesalahan sejumlah bit yang beruntun)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar