Kamis, 28 Maret 2013


Komputasi Modern pada Website Perusahaan Garuda Indonesia Airline

Pengertian Komputasi Modern
          Komputasi dapat diartikan sebagai cara untuk menemukan pemecahan permasalahan dari data input dengan suatu algoritma. Komputasi merupakan subbagian dari matematika. Selama ribuan tahun, perhitungan dan komputasi menggunakan pena dan kertas, atau kapur dan batu tulis, atau dikerjakan secara mental dan kadang-kadang menggunakan tabel.
         Komputasi modern menghitung dan mencari solusi dari masalah yang ada, yang menjadi perhitungan dari komputasi modern adalah :
Akurasi (bit, Floating poin)
1. Kecepatan (Dalam satuan Hz)
2. Problem volume besar (Down sizing atau paralel)
3. Modeling (NN dan GA)
4. Kompleksitas (Menggunakan teori Big O)
          Secara umum iIlmu komputasi adalah bidang ilmu yang mempunyai perhatian pada penyusunan model matematika dan teknik penyelesaian numerik serta penggunaan komputer untuk menganalisis dan memecahkan masalah-masalah ilmu (sains).
           Jadi,dapat disimpulkan bahwa komputasi modern adalah sebuah konsep sistem yang menerima intruksi-intruksi dan menyimpannya dalam sebuah memory, memory disini bisa juga dari memory komputer. Oleh karena pada saat ini kita melakukan komputasi menggunakan komputer maka bisa dibilang komputer merupakan sebuah komputasi modern.
Penerapan komputasi modern pada website Garuda Indonesia Airline. 

Pada website GIA yang termasuk komputasi modern terdapat pada layanan pemesanan tiket online yang dimana user/pelanggan dapat memesan tiket secara virtual/online tanpa harus datang langsung ke Agen penjualan tiketnya. Sistem ini merupakan gambaran dari penerapan konsep kepintaran komputasi modern yang proses kerjanya di gerakkan oleh komputer. Berikut ini tampilan gambar website GIA :













Pada gambar diatas yang diberi tanda merah merupakan langkah awal dalam pemesanan tiket online Garuda Indoensia Airline yang dimana user/pemesan tiket dapat mengisikan tanggal berangkat-pulang, Kota asal dan kota tujuan serta mengisi untuk pilihan kelas penerbangan tiket yang akan dipesan.














Gambar ini merupakan langkah kedua dari pemesanan tiket online yang dimana pada tampilan website ini menampilkan informasi tentang cara perjalanan yang diinginkan( tiket pulang-pergi atau sekali jalan) . 














Gambar ini merupakan tampilan web pemesanan tiket online Garuda Indonesia Airline yang menampilkan informasi harga tiket, jadwal penerbangan berangkat-tiba dan sisa kursi yang tersedia untuk user.














Pada gambar diatas merupakan tampilan pengisian data dari pelanggan yang memesan tiket secara online.















Pada gambar diatas merupakan tampilan web yang menampilkan informasi pembayaran tiket GIA, disini user/pelanggan dapat membayarnya melalui ATM sesuai dengan bank yang sudah diinformasikan atau melalu kredit card. Setelah tahap ini akan ada tahap konfirmasi, yaitu berisi konfirmasi data user, harga yang dibayar dan no kode booking yang bisa ditukarkan dengan tiket pada saat sign in di airport.

Berikut ini hal-hal yang menggambarkan konsep kepintaran komputasi yang didukung dengan aplikasi teknologi.
1. Produk yang digerakkan sistem komputer
    a. Smart car (mobil pintar)
    b. Smart card (kartu pintar)
    c. Smart house (rumah pintar)
    d. Smart road (jalan pintar)
2. Perancangan produk dikelola oleh komputer
3. Proses kerja yang digerakkan oleh komputer
4. Komputer menjadi sarana komunikasi yang efektif
5. Komputer sebagai pusat informasi

Kesimpulan :
komputasi modern adalah suatu pemecahan masalah berdasarkan suatu inputan dengan menggunakan algoritma dimana penerapannya menggunakan berbagai teknologi yang telah berkembang seperti komputer. teknologi komputasi yang semakin canggih telah merubah gaya hidup manusia dan tuntutan pada kompetensi manusia.

Selasa, 25 Desember 2012

Bedah website perusahaan yang didalamnya terdapat marketing Mix 4 (Promosi, Produk, Penyaluran dan Harga)

Berikut dibawah ini , merupakan tampilan web dari sebuah produsen kendaraan bermotor merek FORD (www.ford.co.id) yang akan saya bahas dan jelaskan dari sisi Marketing MIX 4 


Apa itu Marketing Mix 4 ?
Marketing Mix 4 itu sendiri merupakan strategi marketing yang menjadi satu kesatuan yang saling mendukung seperti gambar  dibawah ini : 



Yang pertama, website tentunya merupakan suatu sarana marketing, dalam dunia marketing, promosi merupakan strategi yang penting dalam meningkatkan penjualan, seperti pada tampilan website (www.ford.co.id) berikut ini : 


Kemudian, selain perlu nya menginformasikan promosi apa saja yang akan diberikan produsen kepada costumer, tentunya informasi produk pada menu Cars, harga barang pada sub menu daftar Harga mobil dan kemudian informasi penyaluran(distribusi) pada menu daeler dimana produk tersebut dapat dijumpai, tentunya menjadi suatu informasi yang valuable bagi costumer, dengan demikian tentunya akan memudahkan costumer mencari produk dan barang yang diinginkan dengan sarana informasi produk yang lengkap dari produsen akan sangat   berpengaruh positif dan menyumbangkan effort yang besar dalam penjualan produk. 


Dengan demikian, berdasarkan isi konten dan informasi yang dapat diperoleh pada website ini (www.ford.co.id) , maka website ini masuk dalam kategory website Marketing Mix 4, yaitu 

1. Promosi 
2. Produk 
3. Tempat /penyaluran/distribusi
4. Harga

Keempat strategi marketing tersebut saling mempengaruhi (independent), sehingga semuanya penting sebagai satu kesatuan, yaitu strategi acuan/bauran. Sedangkan strategi marketing mix merupakan bagian dari strategi pemasaran (marketing strategy), dan berfungsi sebagai pedoman dalam menggunakan variable pemasaran yang dapat dikendalikan pimpinan perusahaan, untuk mencapai tujuan perusahaan dalam bidang pemasaran. Pemasar harus mengupayakan agar keempat variable dapat terpadu sehingga akan mempengaruhi tanggapan costumer yang pada gilirannya akan dapat memberikan kepuasan-kepuasan dalam melayani costumer. Hubungan antara Variabel-variabel Bauran Pemasaran dengan Pasar Sasaran Setiap variable bauran pemasaran terdiri dari beberapa subvariabel lagi yang akan membentuk masing-masing bauran, yaitu produk mix, price mix, place mix, dan promotional mix. Dari masing-masing variable bauran pemasaran itu akan diarahkan pada pasar sasaran (target market). Hubungan antara bauran pemasaran (4P) dengan pasar sasaran dapat diilustrasikan seperti berikut :


a. Strategi Produk

Setiap perusahaan di dalam mempertahankan dan meningkatkan penjualan dan share pasarnya, perlu mengadakan usaha penyempurnaan dan perubahan produk yang dihasilkan ke arah yang lebih baik, sehingga dapat memberikan daya guna dan daya pemuas serta daya tarik yang lebih besar. Strateginya adalah menetapkan cara dan penyediaan produk yang tepat bagi pasar yang dituju, sehingga dapat memuaskan para konsumennya dan sekaligus dapat meningkatkan keuntungan perusahaan dalam jangka panjang, melalui peningkatan penjualan dan peningkatan share pasar. Dalam strategi marketing mix, strategi produk merupakan unsure yang paling penting karena dapat mempengaruhi strategi pemasaran lain. Strategi produk yang dapat dilakukan mencakup keputusan tentang acuan/bauran produk (Product Mix), merk dagang (Brand), cara pembungkusan atau kemasan produk (Product Packaging), tigkat mutu/kualitas dari produk dan pelayanan (services) yang diberikan. Tujuan utama strategi produk adalah untuk dapat mencapai sasaran pasar yang dituju dengan meningkatkan kemampuan bersaing atau mengatasi persaingan.
Bauran Produk (Product Mix) Kualitas Pembungkusan Merk Desain Garansi Pelayanan Jalur produk PASAR SASARAN (TARGET MARKET)
Bauran Promosi (Promotional Mix) Pengiklanan Promosi penjualan Penjualan pribadi Publisitas
Bauran Distribusi (Place Mix) Jenis saluran distribusi Intensitas distribusi Daerah penjualan Pergudangan Alat transport
Bauran Harga(Price Mix)Syarat2 penjualan Potongan harga Penetapan harga
Pada hakikatnya, seseorang membeli produk bukan karena fisik produk itu semata-mata tapi karena manfaat yang ditimbulkan dari produk yang dibelinya. Pada dasarnya, produk yang dibeli konsumen itu dapat dibedakan atas tiga tingkatan, yaitu:

Produk inti (Core Product), merupakan inti yang sesungguhnya dari produk yang ingin diperoleh oleh seorang pembeli (konsumen) dari produk tersebut.
Produk formal (Formal Product), merupakan bentuk, model, kualitas/mutu, merek dan kemasan yang menyertai produk tersebut.
Produk tambahan (ougemented product), merupakan tambahan produk formal dengan berbagai jasa yang menyertainya, seperti pemasangan (instalasi), pelayanan, pemeliharaan dan pengangkutan secara cuma-cuma.



b. Strategi Harga

Harga merupakan satu-satunya unsur marketing mix yang menghasilkan penerimaan penjualan. Dalam penentuan baik untuk harga jual atau harga beli pihak bank harus berhati-hati. Sebab, kesalahan dalam penentuan harga akan menyebabkan kerugian bagi produsen . Dalam menentukan harga harus dipertimbangkan berbagai hal, misalnya tujuan penentuan harga tersebut, hal ini disebabkan dengan diketahuinya tujuan penentuan harga tersebut menjadi mudah. Sedangkan tujuan penentuan harga secara umum adalah sebagai berikut:

1) Untuk bertahan hidup.
2) Untuk memaksimalkan laba.
3) Untuk memperbesar market share.
4) Mutu produk.
5) Karena pesaing.

Faktor-faktor yang mempengaruhi harga:
1) Kebutuhan dana
2) Persaingan
3) Kebijaksanaan pemerintah
4) Target laba yang diinginkan
5) Jangka waktu
6) Kualitas jaminan
7) Reputasi perusahaan
8) Produk yang kompetitif
9) Hubungan baik

c. Strategi Penyaluran (Distribusi)

Dalam usaha untuk mencapai tujuan dan sasaran perusahaan dibidang pemasaran, setiap perusahaan melakukan kegiatan penyaluran. Penyaluran merupakan kegiatan penyampaian produk ke tangan konsumen atau si pemakai pada waktu yang tepat. Yang dimaksud dengan saluran distribusi adalah lembaga-lembaga yang memasarkan produk berupa barang atau jasa dari produsen sampai ke konsumen. Bentuk pola saluran distribusi dapat dibedakan menjadi:1) Saluran langsung: Produsen → Costumer
2) Saluran tidak langsung:
- Produsen → Distributor → Costumer
- Produsen → Distributor→ Dealer → Costumer
- Produsen → Distributor→ Dealer → Pedagang Besar/menengah → Costumer

d. Strategi Promosi

Promosi merupakan salah satu konsep dari Marketing Mix, promosi lebih kepada menawarkan access/channel kepada pembeli. Bagaimana pembeli/nasabah bisa mendapatkan informasi yang lebih baik, bagaimana bank mengedukasi calon nasabah, maka promosi adalah salah satu medium yang tepat! Kegiatan promosi yang dilakukan suatu perusahaan menggunakan konsep MIX PROMOTION, yang terdiri dari :

Advertensi, yaitu suatu bentuk penyajian dan promosi dan gagasan, barang, atau jasa yang dibiayai oleh suatu sponsor tertentu yang bersifat massif dan nonpersonal.

1. Personal Selling, yaitu penyajian secara lisan dalam suatu pembicaraan dengan seseorang atau lebih calon pembeli dengan tujuan agar dapat terealisasinya penjualan.

2. Promosi Penjualan, yaitu segala kegiatan pemasaran selain personal selling, advertising and publicity. Yang merajuk konsumen untuk membeli seperti exhibition, roadshow, and all things about selling yang tidak dilakukan secara teratur atau continue.

3. Publicity, yaitu usaha untuk merangsang permintaan dari suatu produk secara massif seperti layanan masyarakat, berderma dan kegiatan sosial lainnya yang menyangkut nama baik perusahaan dan diliput oleh pers.

Karena sifatnya yang accessible, maka Promosi memerlukan Channel untuk mempromosikan produk suatu Produsen Kendaraan, 
Saat ini dengan adanya internet, kita dapat mengakses info mobil FORD lewat www.ford.co.id. Secara konservatif, Produsen dapat menyalurkan promosinya melalui agent individu (personal channel) maupun saluran nonpersonal (nonpersonal channel).



Senin, 17 Desember 2012

Suatu usaha dari Sistem Manual beralih ke Sistem Online

Dewasa ini penerapan teknologi informasi dan komunikasi sanagt penting dalam dunia bisnis sebagai suatu sarana / alat bantu dalam upaya memberikan suatu nilai lebih dalam kancah persaingan bisnis. Pembangunan Teknologi Informasi Perusahaan dilakukan secara step by step bertahap sampai sistem holistik atau menyeluruh selesai dibangun, hal tersebut disesuaikan dengan kekuatan sumber daya yang dimiliki. Dalam penerapannya rencana strategis Teknologi Informasi disesuaikan dengan Rencana Perusahaan, agar setiap penerapan Teknologi Informasi dapat memberikan nilai bagi Perusahaan. penerapan Teknologi Informasi yang dilakukan dikategorikan sebagai berikut:

- kebutuhan spesifik Perusahaan terutama yang berkaitan dengan proses penciptaan produk/jasa yang ditawarkan Perusahaan antara lain Aplikasi Properti, Aplikasi Forwarding dan Aplikasi Pergudangan.

- Aplikasi Teknologi Informasi yang menjadi landasan dari berbagai aplikasi lain yang ada di dalam Perusahaan antara lain sistem operasi, basis data, network management dan lain-lain.
Aplikasi yang sifatnya mendasar (utility) yaitu aplikasi Teknologi Informasi yang dipergunakan untuk berbagai urusan utilisasi sumber daya Perusahaan anatara lain sistem penggajian, sistem akuntansi & keuangan dan lain-lain.
Tentunya dengan diterapkannya Teknologi IT pada perusahaan yang tadinya menggunakan sistem manual menjadi otomatis, hal ini akan memberikan effort yang postif , diantaranya dapat mengurangi biaya untuk tenaga kerjanya, biaya untuk kertas, alat tulis, waktu,
dengan adanya Konsep Otomatis tentunya akan memperbendek rantai birokrasi, yang tadinya selesai dalam beberapa hari dengan Konsep Otomatis hanya butuh waktu hitungan 1-2 jam,  Apabila waktu tadi kita konversikan ke biaya maka akan mendapatkan penghematan yang besar.
karena dengan IT maka data yang dibutuhkan dapat diperoleh dengan cepat. Hal ini tentu saja akan menjadikan perusahaan menjadi lebih kompetitif. Sebab dampaknya akan sangat besar bisa jadi karena pengambilan keputusan yang lambat sebuah perusahaan akan kehilangan banyak order.
Dengan penerapan teknologi IT kita akan dapat menghemat baiaya promosi dan pemasaran, karena promosi lewat web site akan sangat murah dan konsumen dapat melihat profil perusahaan dari mana saja diseluruh dunia.
Dengan IT maka sistem akan dapat terintegrasi disemua kantor atau perusahaan sehingga hal ini akan dapat meningkatkan kecepatan dalam merespon sesuatu dan pihak manajemen akan dengan cepat mengetahui kondisi perusahaannya tanpa harus berkunjung ke kantor cabang yang jauh dan memakan biaya transportasi.

Berikut merupakan benefit yang dapat diperoleh perusahaan dengan Konsep Otomatisasi ( Manual beralih ke Online) diantaranya : 

Minimize risk Setiap bisnis memiliki risiko, terutama berkaitan dengan faktor faktor keuangan. Pada umumnya risiko berasal dari ketidakpastian dalam berbagai hal dan aspek-aspek eksternal lain yang berada diluar control perusahaan.. Saat ini berbagai jenis aplikasi telah tersedia untuk mengurangi risiko-risiko yang kerap dihadapi oleh bisnis seperti forecasting, financial advisory, planning expert dan lain-lain. Kehadiran teknologi informasi selain harus mampu membantu perusahaan mengurangi risiko bisnis yang ada, perlu pula menjadi sarana untuk membantu manajemen dalam mengelola risiko yang dihadapi.

Reduce costs Peranan teknologi informasi sebagai katalisator dalam berbagai usaha pengurangan biaya-biaya operasional perusahaan pada akhirnya akan berpengaruh terhadap profitabilitas perusahaan. Sehubungan dengan hal tersebut biasanya ada empat cara yang ditawarkan teknologi informasi untuk mengurangi biaya-biaya kegiatan operasional yaitu:

Eleminasi proses Implementasi berbagai komponen teknologi informasi akan mampu menghilangkan atau mengeliminasi proses-proses yang dirasa tidak perlu. Contoh call center untuk menggantikan fungsi layanan pelanggan dalam menghadapi keluhan pelanggan.

Simplifikasi
proses Berbagai proses yang panjang dan berbelit-belit (birokratis) biasanya dapat disederhanakan dengan mengimplementasikan berbagai komponen teknologi informasi. Contoh order dapat dilakukan melalui situs perusahaan tanpa perlu datang ke bagian pelayanan order.

Integrasi proses Teknologi informasi juga mampu melakukan pengintegrasian beberapa proses menjadi satu sehingga terasa lebih cepat dan praktis (secara langsung akan meningkatkan kepuasan pelanggan juga).

Otomatisasi proses Mengubah proses manual menjadi otomatis merupakan tawaran klasik dari teknologi informasi.

Add Value Peranan selanjutnya dari teknologi informasi adalah untuk menciptakan value bagi pelanggan perusahaan. Tujuan akhir dari penciptaan value tidak sekedar untuk memuaskan pelanggan, tetapi lebih jauh lagi untuk menciptakan loyalitas sehingga pelanggan tersebut bersedia selalu menjadi konsumennya untuk jangka panjang.

Create new realities Perkembangan teknologi informasi terakhir yang ditandai dengan pesatnya teknologi internet telah mampu menciptakan suatu arena bersaing baru bagi perusahaan, yaitu di dunia maya. Berbagai konsep e-business semacan e-commerce, e-procurement, e-customer, e-loyalty, dan lain-lainnya pada dasarnya merupakan cara pandang baru dalam menanggapi mekanisme bisnis di era globalisasi informasi.

Disini saya akan ambil sample sebuah perusahaan yang bergerak dibidang fast food atau makanan cepat saji yang mengimplementasikan Sistem Online (beralih dari manual ke online) : 


KFC merupakan suatu usaha dibidang fast food yang memulai bisnis nya dengan konsep manual , yaitu hanya dengan melakukan pemasaran produk lewat store saja, dan hingga saat ini KFC sudah memiliki layanan WEB, Memesan via Call Center utk pesan antar, Memesan lewat Email dan berbagai sarana IT lainnya yang saat ini sedang di aplikasikan dan menjadi salah satu strategi Pemasaran Perusahaan melalui Konsep Online untuk memuaskan dan mempermudah pelanggan dalam memesan produknya.




Sabtu, 20 Oktober 2012


E-GOVERNMENT

Pengertian /Definisi E-Government 

adalah penggunaan teknologi informasi oleh pemerintah untuk memberikan informasi dan pelayanan bagi warganya, urusan bisnis, serta hal-hal lain yang berkenaan dengan pemerintahan. e-Government dapat diaplikasikan pada legislatif, yudikatif, atau administrasi publik, untuk meningkatkan efisiensi internal, menyampaikan pelayanan publik, atau proses kepemerintahan yang demokratis. Model penyampaian yang utama adalah Government-to-Citizen atau Government-to-Customer (G2C), Government-to-Business (G2B) serta Government-to-Government (G2G). Keuntungan yang paling diharapkan dari e-government adalah peningkatan efisiensi, kenyamanan, serta aksesibilitas yang lebih baik dari pelayanan publik.

Penjelasan dari e-government (dan juga e-governance) cukup beragam dan luas bahasannya. E-Governance dapat saja diartikan secara mudah sebagai ‘kemudahan bagi seseorang untuk berinteraksi dengan website resmi suatu Pemerintah Pusat/Daerah untuk berkomunikasi dan berinteraksi dengan segala hal yang berkaitan dengan daerah tersebut lewat jaringan internet daripada sekedar mengirim suatu surat elektronik (e-mail) pada administrator website resmi Pemerintah Pusat/Daerah tersebut’. Selain itu definisi e-government dapat pula diartikan sebagai penggunaan teknologi untuk meningkatkan akses dan pemberdayaan pelayanan-pelayanan publik suatu Pemerintah Pusat/Daerah demi peningkatan layanan pada investor, rekanan bisnis, pegawai (negeri sipil) dan utamanya pada masyarakat luas.

Contoh dari penerapan e-government secara spesifik sebagai berikut :

* penggunaan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi), utamanya internet, untuk menuju ke pemerintahan yang lebih baik.

* penggunaan TIK dalam pelaksanaan operasional keseharian Pemerintah

* Optimalisasi yang berkelanjutan pada pelayanan publik, tingkat partisipasi publik pada proses politik melalui proses transformasi hubungan internal dan eksternal melalui teknologi, media Internet dan media bentuk baru.

Empat Tipe Relasi e-Government : 

Sebagaimana aplikasi e-Commerce yang kerap diklasifikasikan menjadi dua jenis, yaitu tipe B2B (Business-to-Business) dan B2C (Business-to-Customer), di dalam konsep e-Government, sebagaimana dijelaskan di atas, dikenal empat jenis klasifikasi, yaitu: G2C, G2B, G2G, dan G2E. Adapun penjelasan sebagai berikut (sebagaimana dikutip dari http://blogeko.com):



Sumber : GSA Federal Technology Service

Government to Citizens (G2C)
Tipe G2C ini merupakan aplikasi e-Government yang paling umum, yaitu dimana pemerintah membangun dan menerapkan berbagai portofolio teknologi informasi dengan tujuan utama untuk memperbaiki hubungan interaksi dengan masyarakat (rakyat). Dengan kata lain, tujuan utama dari dibangunnya aplikasi e-Government bertipe G-to-C adalah untuk mendekatkan pemerintah dengan rakyatnya melalui kanal-kanal akses yang beragam agar masyarakat dapat dengan mudah menjangkau pemerintahnya untuk pemenuhan berbagai kebutuhan pelayanan sehari-hari. Contoh aplikasinya adalah sebagai berikut:
Kepolisian membangun dan menawarkan jasa pelayanan perpanjangan Surat Ijin Mengemudi (SIM) atau Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) melalui internet dengan maksud untuk mendekatkan aparat administrasi kepolisian dengan komunitas para pemilik kendaraan bermotor dan para pengemudi, sehingga yang bersangkutan tidak harus bersusah payah datang ke Komdak dan antre untuk memperoleh pelayanan;
Kantor Imigrasi bekerja sama dengan Bandara Udara Internasional Soekarno-Hatta dan sejumlah bank-bank swasta membangun jaringan teknologi informasi sehingga para turis lokal yang ingin melanglang buana dapat membayar fiskal melalui mesin-mesin ATM sehingga tidak perlu harus meluangkan waktu lebih awal dan antre di bandara udara;
Departemen Agama membuka situs pendaftaran bagi mereka yang berniat untuk melangsungkan ibadah haji di tahun-tahun tertentu sehingga pemerintah dapat mempersiapkan kuota haji dan bentuk pelayanan perjalanan yang sesuai;
Bagi masyarakat yang memiliki keahlian tertentu dan berniat untuk mencari pekerjaan di luar negeri (menjadi Tenaga Kerja Indonesia), maka yang bersangkutan dapat dengan mudah mendaftarkan diri dari Warnet (Warung Internet) terdekat ke Departemen Tenaga Kerja secara gratis); dan lain sebagainya.

Government to Business (G2B)
Salah satu tugas utama dari sebuah pemerintahan adalah membentuk sebuah lingkungan bisnis yang kondusif agar roda perekenomian sebuah negara dapat berjalan sebagaimana mestinya. Dalam melakukan aktivitas sehari-harinya, entiti bisnis semacam perusahaan swasta membutuhkan banyak sekali data dan informasi yang dimiliki oleh pemerintah. Disamping itu, yang bersangkutan juga harus berinteraksi dengan berbagai lembaga kenegaraan karena berkaitan dengan hak dan kewajiban organisasinya sebagai sebuah entiti berorientasi profit. Diperlukannya relasi yang baik antara pemerintah dengan kalangan bisnis tidak saja bertujuan untuk memperlancar para praktisi bisnis dalam menjalankan roda perusahaannya, namun lebih jauh lagi banyak hal yang dapat menguntungkan pemerintah jika terjadi relasi interaksi yang baik dan efektif dengan industri swasta. Contoh dari aplikasi e-Government berjenis G2B ini adalah sebagai berikut:
Para perusahaan wajib pajak dapat dengan mudah menjalankan aplikasi berbasi web untuk menghitung besarnya pajak yang harus dibayarkan ke pemerintah dan melakukan pembayaran melalui internet;
Proses tender proyek-proyek pemerintahan yang melibatkan sejumlah pihak swasta dapat dilakukan melalui website (sehingga menghemat biaya transportasi dan komunikasi), mulai dari proses pengambilan dan pembelian formulir tender, pengambilan formulir informasi TOR (Term of Reference), sampai dengan mekanisme pelaksanaan tender itu sendiri yang berakhir dengan pengumuman pemenang tender;
Proses pengadaan dan pembelian barang kebutuhan sehari-hari lembaga pemerintahan (misalnya untuk back-office dan administrasi) dapat dilakukan secara efisien jika konsep semacam e-procurement diterapkan (menghubungkan antara kantor-kantor pemerintah dengan para supplier-nya);
Perusahaan yang ingin melakukan proses semacam merger dan akuisisi dapat dengan mudah berkonsultasi sehubungan dengan aspek-aspek regulasi dan hukumnya dengan berbagai lembaga pemerintahan terkait; dan lain sebagainya.

Government to Governments (G2G)

Di era globalisasi ini terlihat jelas adanya kebutuhan bagi negara-negara untuk saling berkomunikasi secara lebih intens dari hari ke hari. Kebutuhan untuk berinteraksi antar satu pemerintah dengan pemerintah setiap harinya tidak hanya berkisar pada hal-hal yang berbau diplomasi semata, namun lebih jauh lagi untuk memperlancar kerjasama antar negara dan kerjasama antar entiti-entiti negara (masyarakat, industri, perusahaan, dan lain-lain) dalam melakukan hal-hal yang berkaitan dengan administrasi perdagangan, proses-proses politik, mekanisme hubungan sosial dan budaya, dan lain sebagainya. Berbagai penerapan e-Government bertipe G-to-G ini yang telah dikenal luas antara lain:
Hubungan administrasi antara kantor-kantor pemerintah setempat dengan sejumlah kedutaan-kedutaan besar atau konsulat jenderal untuk membantu penyediaan data dan informasi akurat yang dibutuhkan oleh para warga negara asing yang sedang berada di tanah air;
Aplikasi yang menghubungkan kantor-kantor pemerintah setempat dengan bank-bank asing milik pemerintah di negara lain dimana pemerintah setempat menabung dan menanamkan uangnya;
Pengembangan suatu sistem basis data intelijen yang berfungsi untuk mendeteksi mereka yang tidak boleh masuk atau keluar dari wilayah negara (cegah dan tangkal);
Sistem informasi di bidang hak cipta intelektual untuk pengecekan dan pendaftaran terhadap karya-karya tertentu yang ingin memperoleh hak paten internasional; dan lain sebagainya.

Government to Employees (G2E)

Pada akhirnya, aplikasi e-Government juga diperuntukkan untuk meningkatkan kinerja dan kesejahteraan para pegawai negeri atau karyawan pemerintahan yang bekerja di sejumlah institusi sebagai pelayan masyarakat. Berbagai jenis aplikasi yang dapat dibangun dengan menggunakan format G-to-E ini antara lain:
Sistem pengembangan karir pegawai pemerintah yang selain bertujuan untuk meyakinkan adanya perbaikan kualitas sumber daya manusia, diperlukan juga sebagai penunjang proses mutasi, rotasi, demosi, dan promosi seluruh karyawan pemerintahan;
Aplikasi terpadu untuk mengelola berbagai tunjangan kesejahteraan yang merupakan hak dari pegawai pemerintahan sehingga yang bersangkutan dapat terlindungi hak-hak individualnya;
Sistem asuransi kesehatan dan pendidikan bagi para pegawai pemerintahan yang telah terintegrasi dengan lembaga-lembaga kesehatan (rumah sakit, poliklinik, apotik, dan lain sebagainya) dan institusi-institusi pendidikan (sekolah, perguruan tinggi, kejuruan, dan lain-lain) untuk menjamin tingkat kesejahteraan karyawan beserta keluarganya;
Aplikasi yang dapat membantu karyawan pemerintah dalam membantu untuk melakukan perencanaan terhadap aspek finansial keluarganya termasuk di dalamnya masalah tabungan dan dana pensiun; dan lain sebagainya.

Dengan menyadari adanya bermacam-macam tipe aplikasi tersebut, maka terlihat fungsi strategis dari berbagai aplikasi e-Government yang dikembangkan oleh sebuah negara. Keberadaannya tidak hanya semata untuk meningkatkan kinerja pelayanan pemerintah kepada masyarakatnya, namun lebih jauh lagi untuk meningkatkan kualitas dari penyelenggaraan pemerintahan sebuah negara, yang pada akhirnya bermuara pada kemajuan negara itu sendiri.

PeGi (PEMERINGKATAN E-GOVERNMENT INDONESIA), KILASAN SINGKATNYA

Pemeringkatan e-Government Indonesia (PeGi) merupakan kegiatan yang diadakan oleh Direktorat e-Government, Direktorat Jenderal Aplikasi dan Telematika, Kementerian Komunikasi dan Informatika (KEMENTERIAN KOMINFO) yang melibatkan instansi-instansi Pemerintah di seluruh wilayah Indonesia. Kegiatan PeGi ini merupakan kegiatan yang diadakan dalam rangka melihat peta kondisi pemanfaatan Teknologi Komunikasi dan Informasi (TIK) oleh lembaga Pemerintah secara nasional. PeGi diharapkan dapat meningkatkan pengembangan dan pemanfaatan TIK di lembaga Pemerintah di seluruh wilayah Indonesia. Dalam pelaksanaannya, KEMENTERIAN KOMINFO bekerjasama dengan berbagai kalangan baik dari unsur komunitas TIK, perguruan tinggi maupun instansi pemerintah terkait.
PEGI
Sumber: Direktorat e-Government Dirjen Aplikasi Telematika Kementerian Kominfo RI Pada pelaksanaannya, PeGi mempunyai tiga tujuan utama sebagai berikut:
Menyediakan acuan bagi pengembangan dan pemanfaatan TIK di lingkungan Pemerintah.
PeGi dirancang untuk dapat menjadi pedoman bagi pengembangan TIK di seluruh wilayah Indonesia, sehingga diharapkan lingkungan pemerintah di Indonesia baik di tingkat propinsi, kabupaten/kota maupun departemen dan lembaga non departemen dapat mengembangkan dan memanfaatkan TIK secara lebih terarah.
Memberikan dorongan bagi peningkatan pemanfaatan TIK di lingkungan Pemerintah melalui evaluasi yang utuh, seimbang dan obyektif.
PeGi diharapkan meningkatkan motivasi seluruh instansi pemerintah untuk meningkatkan pemanfaatan TIK dalam melayani masyarakat, pelaku bisnis an lembaga pemerintah.
Mendapatkan peta kondisi pemanfaatan TIK di lingkungan pemerintah secara nasional,
dengan mengingat PeGi akan melibatkan seluruh instansi pemerintah baik pusat maupun daerah, maka diharapkan hasilnya dapat menggambarkan status pengembangan TIK secara nasional. Dengan demikian, kita dapat mengetahui kekuatan dan kelemahan seluruh peserta (instansi) yang nantinya sangat berguna untuk pengembangan TIK di masa yang akan datang.

Lima Dimensi Pemeringkatan e-Government Indonesia (PeGI)

Dalam pelaksanaan PeGi, telah ditentukan lima dimensi yang akan dikaji. Kelima dimensi tersebut adalah kebijakan, kelembagaan, infrastruktur, aplikasi dan perencanaan. Masing-masing dimensi tersebut memiliki bobot yang sama dalam penilaian karena semuanya penting, saling terkait dan saling menunjang antara satu dengan yang lainnya.

1. Kebijakan

Dimensi kebijakan sangat erat kaitannya dengan produk hukum dan juga dokumen-dokumen resmi yang mempunyai tujuan untuk memberi arah dan mendorong pemanfaatan TIK yang terdiri antara lain :
Visi dan Misi yang dijabarkan dengan jelas dan terdokumentasi dalam bentuk surat keputusan, peraturan, regulasi, kebijakan, pedoman, rencana strategis atau bentuk dokumen resmi lainnya;
Strategi Pemanfaatan TIK yang dituangkan dalam bentuk rencana kerja, program, atau bentuk dokumen resmi lainnya;
Standar atau panduan-panduan yang berkaitan dengan pemanfaatan TIK secara umum maupun pemanfaatan TIK secara spesifik dalam bidang-bidang tertentu;
Peraturan-peraturan yang berkaitan dengan pemanfaatan TIK untuk menjamin kelangsungan dari program-program pengembangan dan pemanfaatan TIK;
Kebijakan Anggaran yang berkaitan dengan pengembangan dan pemanfaatan TIK sehingga aspek anggaran tidak terus menjadi kendala dari tahun ke tahun.

2. Kelembagaan

Dimensi kelembagaan berkaitan erat dengan keberadaan organisasi yang berwenang dan bertanggungjawab terhadap pengembangan dan pemanfaatan TIK dengan indikator antara lain:
Keberadaan organisasi struktural yang lengkap sehingga dapat menjalankan fungsi Chief Information Officer (CIO), dukunga teknis dan fungsi-fungsi lain dengan baik;
Adanya dokumen yang memberikan rumusan yang jelas mengenai Tugas Pokok dan Fungsi (TUPOKSI);
Adanya kelengkapan unit dan aparatur untuk mendukung pemanfaatan dan pengembangan TIK yang memadai dari segi jumlah, kompetensi, jenjang karir, maupun status kepegawaian;
Adanya dasar hukum sehingga memperkuat kedudukan daripada lembaga untuk menjalankan TUPOKSI dengan baik.

3. Infrastruktur

Dimensi infrastruktur berkaitan dengan sarana dan prasarana yang mendukung pengembangan dan pemanfaatan TIK yang terdiri dari antara lain:
Piranti keras komputer (hardware) dan piranti lunak (software);
Jaringan komunikasi (LAN, WAN, Internet);
Service delivery channel atau saluran layangan informasi baik melalui web, telepon, SMS atau saluran-saluran lain;
Fasilitas pendukung seperti antara lain AC, UPS, genset serta sarana pengamanan lainnya.

4. Aplikasi

Dimensi aplikasi berkaitan dengan ketersediaan dan dimanfaatkannya piranti lunak aplikasi yang memenuhi kriteria antara lain:
Dapat bekerja sesuai dengan kondisi dan kebutuhan yang ada (ketersediaan infrastruktur, sumber daya manusia dan lain-lain);
Berfungsi mendukung proses kerja yang efisien dengan memanfaatkan teknologi informasi secara maksimal;
Membawa dampak positif bagi efisiensi dan efektifitas kualitas layanan;
Mampu mengikuti perubahan dari waktu ke waktu dengan mudah,

Aplikasi-aplikasi tersebut haruslah mendukung fungsi-fungsi dasar umum sistem kepemerintahan yang terdiri dari antara lain :

Pelayanan yang meliputi aplikasi kependudukan, perpajakan dan retribusi, pendaftaran dan perijinan, bisnis dan investasi, pengaduan masyarakat, publikasi informasi umum dan kepemerintahan, dan lain-lain.
Administrasi dan manajemen yang meliputi aplikasi pengadaan barang dan jasa, pengelolaan dan monitoring proyek, surat elektronik, sistem dokumen elektronik, sistem pendukung keputusan, kolaborasi dan koordinasi, manajemen pelaporan pemerintahan dan lain-lain.
Legalisasi yang meliputi aplikasi sistem administrasi dewan, sistem pemilu daerah, katalog hukum, peraturan dan perundangan, dan lain-lain.
Keuangan yang meliputi aplikasi anggaran, kas dan perbendaharaan, akuntansi daerah, dan lain-lain.
Kepegawaian yang meliputi aplikasi penerimaan pegawai, absensi, penggajian, penilaian kinerja, pendidikan dan pelatihan, dan lain-lain.

5. Perencanaan

Dimensi perencanaan berkaitan dengan proses perencanaan dengan indikator antara lain:
Adanya proses perencanaan untuk pengembangan dan pemanfaatan TIK yang dilakukan secara nyata;
Adanya kajian kebutuhan dan strategi penerapan TIK yang lengkap yang terdiri dari antara lain: tujuan, manfaat, gambaran kondisi saat ini, pemilihan teknologi, kebutuhan sumber daya, pendekatan, penentuan prioritas, biaya dan antisipasi kebutuhan di masa yang akan datang;
Pengambilan keputusan dan realisasi pengembangan yang mengacu pada rencana pengembangan.

Metodologi Pemeringkatan e-Government Indonesia (PeGI)
Dalam pelaksanaan PeGi, tahpan-tahapan yang dilakukan dapat dijelaskan melalui diagram air berikut :



Diagram Alir PeGI

Sumber: Direktorat e-Government Dirjen Aplikasi Telematika Kementerian Kominfo RI

Penjelasan tahapan dari diagram alir di atas adalah sesuai urutan sebagai berikut:
Calon peserta akan dijelaskan mengenai proses pelaksanaan PeGI dari awal sampai akhir berikut penjelasan mengenai semua kebutuhan informasi yang akan mendukung proses penilaian. Dengan demikian calon peserta akan mendapatkan informasi tentang tatacara pemeringkatan, dimensi dan indikator-indikator yang akan dievaluasi serta cara pengisian kuesioner.
Peserta mengisi kuesioner dan melengkapi dengan informasi pendukung. Setelah peserta mengerti dan memahami tata-cara pemeringkatan, peserta dipersilahkan mengisi kuesioner dan melengkapinya dengan berbagai informasi pendukung yang diperlukan.
Setelah kuesioner terisi semua dan dilengkapi dengan informasi pendukung, asesor akan melakukan pemeriksaan untuk memastikan keabsahan hasil jawaban dari tiap-tiap peserta.
Bila diperlukan, asesor dapat melakukan klarifikasi/pemeriksaan melalui telepon, e-mail atau dengan melihat ke lokasi.
Asesor melakukan asesmen dan memberikan rating per peserta. Rating yang diberikan meliputi rating per dimensi tiap-tiap peserta dan secara rata-rata keseluruhan peserta.
Dari hasil kompilasi di tingkat nasional selanjutnya dilakukan normalisasi.
Penentuan hasil akhir pemeringkatan akan ditentukan melalui sidang asesor.
Hasil pemeringkatan yang telah ditetapkan akan dipublikasikan melalui berbagai media, situs web dan juga seminar-seminar agar hasilnya bisa diketahui oleh masyarakat umum.

Adapun pemberian rating pada para peserta dilakukan per dimensi dan secara keseluruhan adalah sebagai berikut:

4 = sangat baik

3 = baik

2 = kurang

1 = sangat kurang

Penerapan E-Government di Kabupaten Purwakarta




Teknologi informasi sebagai salah satu media percepatan komunikasi memberikan efek domino yang cukup besar terhadap perubahan individu manusia, baik perubahan strukturalnya yang berkaitan dengan aplikasi teknologi tersebut untuk organisasi maupun perubahan kultural berkaitan dengan perubahan gaya hidup individu yang ada. Dari hal tersebut maka dikembangkan sebuah bentuk sosialisai sistem berbasis elektronik yang sering kita kenal dengan istilah elektronik sistem (e-government, e-learning, dll) untuk menjembatani perubahan dimaksud agar konsep struktural dan kultural yang ada bisa berdampak positif dan dapat berjalan beriringan.

Sejalan dengan hal tersebut Pemerintah Kabupaten Purwakarta sedang mengembangkan E government sebagai media yang berbasis elektronik untuk percepatan informasi, efektifitas dan efisiensi serta akuntabilitas penyelenggaraan pemerintah. E-Government yang sedang dikembangkan ini adalah sebuah pengintegrasian seluruh pulau - pulau sistem yang ada dengan digabungkan di dalam server pusat, dengan harapan masyarakat akan semakin mudah mengakses informasi penyelenggaraan pemerintahan di Kabupaten Purwakarta. Dari hal ini maka pemerintah Kabupaten Purwakarta mencanangkan Purwakarta IT 2009 sebagai motivasi untuk mewujudkan Purwakarta On Line dan memahamkan masyarakat dengan teknologi berbasis informasi.

Aplikasi E-Government Purwakarta untuk Publik Service

E-Government Kabupaten Purwakarta menganut prinsip locally aplicative dengan maksud mengembangkan sebuah system elektronik dengan basis aplikasi yang dapat memuat potensi kedaerahan, karena otonomi daerah bertumpu kepada daerah dengan seluruh potensinya. Dengan adanya sistem ini maka masyarakat akan semakin paham akan potensi yang dimiliki daerahnya, semakin paham bahwa manggis super berasal dari daerah Purwakarta, semakin paham bahwa simping hanya ada di Purwakarta, semakin paham bahwa Tape Bendul berasal dari Cijantung Purwakarta walaupun sudah menyebar sampai ke Bandung, sehingga dari hal ini rakyat Purwakarta akan semakin mencintai Purwakartanya dan semakin berkeinginan untuk mengembangkan Purwakarta.

Untuk itulah Strategi e- Gov Kab. Purwakarta dalam menjembatani hal dimaksud adalah melalui tahapan  tahapan sebagai berikut :

a. Mengembangkan sistem pelayanan yang andal dan terpercaya, serta terjangkau oleh masyarakat luas.

b. Menata sistem manajemen dan proses kerja pemerintahan.

c. Memanfaatkan teknologi informasi secara optimal sebagai sarana informasi potensi daerah dan publikasi lainnya.

d. Meningkatkan peran serta dunia usaha dan mengembangkan industri telekomunikasi dan teknologi informasi

e. Mengembangkan kapasitas SDM di lingkungan pemerintahan dan meningkatkan e-literacy masyarakat.

f. Melaksanakan pengembangan secara sistematik melalui tahapan-tahapan yang realistik dan terukur.

Dari strategi ini diharapkan Purwakarta Berkarakter dapat terwujud melalui percepatan e government dengan didukung oleh seluruh lapisan masyarakat. E Government ini konsepnya adalah berasal dari proses koneksitas seluruh oganisasi ( SKPD ) pemerintah dalam rangka percepatan pelayanan kepada masyarkat, koneksitas tersebut pada akhirnya dapat diunduh oleh masyarakat melalui website Purwakarta.go.id dengan proses transparansi dapat berjalan dengan baik. Adapun Tujuan Purwakarta On Line adalah sebagai berikut :
* Meningkatkan akses dan kualitas Pelayanan Publik

* Meningkatkan efisiensi, efektivitas, dan transparansi Penyelenggaraan Pemerintahan

* Sarana Promosi dan Investasi

* Mendorong perubahan budaya dan etos kerja birokrat

* Antisipasi era informasi dan globalisasi

Pemerintah Kabupaten Purwakarta pada tahun 2009 telah mengembangkan sebuah konsep Kantor yang tidak memiliki sebuah tempat atau yang lebih dikenal dengan kantaya (Kantor Maya). Kantaya ini menggunakan basis teknologi informasi dengan memanfaatkan koneksitas seluruh Badan / dinas / kantor yang ada di Kabupaten Purwakarta melalui sebuah aplikasi sistem kantaya yang di dalam sistem ini memiliki fungsi sebagai berikut :

* Teleconference ( percakapan langsung )

* Daily Report / Monitoring / Controlling setiap Satker, Kecamatan, BUMD, Desa / Kelurahan

* Sarana pengiriman Data melalui Sistem Online

* Informasi dan Monitoring Proyek/Kegiatan secara OnLine pada setiap Satker

* Agenda Kerja pada setiap Satker

* Forum Diskusi dan Chating antar Personil dan Satker

* Surat Dinas / Undangan pada Satker

Dengan adanya kantaya ini diharapkan efisiensi dan efektivitas penyelenggaraan pemerintahan dapat tercapai, karena dengan sistem ini dapat memangkas biaya operasional pelaksanaan administrasi pemerintahan.

Adapun konsep e – Government Kabupaten Purwakarta dapat dilihat dalam diagram berikut :
Dengan adanya e – Government ini diharapkan seluruh sistem pelayanan kepada masyarakat dapat dikoneksikan ke Kecamatan bahkan Desa / kelurahan. Sehingga pelayanan masyarakat seperti pembuatan KTP, KK, kemudian Pencetakan SPPT (Surat Penyetoran Pajak Tahunan) dapat dilakkukan di Kecamatan atau Desa, bahkan kedepannya pembayaran listrik, telepon dapat dilakukan di tingkat RT dan RW. Pendekatan pelayanan kepada masyarakat ini dilakukan dalam rangka mendukung Purwakarta Berkarakter dengan Sembilan Lengkah Ngewangun Nagri Raharhja sebagai wujud aplikasinya.

Pengembangan E – Government Purwakarta

Pengembangan e – Government di Kabupaten Purwakarta adalah seluruh penyelenggaran pemerintahan baik langsung maupun hanya bersifat minitoring dapat diakses dimanapun berada dengan menggunakan fasilitas internet. Pengembangan e – Government di Kabupaten Purwakarta kedepannya adalah dengan memperkuat jaringan pengamanan demi keamanan warga masyarakat Purwakarta, dan penggunaaan fasilitas internet bagi masyarakat secara gratis, melalaui titik-titik tertentu (Hot Spot).

CCTV for security

Tingkat keamanan yang tinggi tidak selalu ditandai oleh jumlah petugas keamanan yang semakin banyak. Justru terletak dari teknologi yang digunakan. Bila petugas keamanan bertambah banyak, tapi penjahat penjahat semakin pintar menyamarkan diri dengan barang bawaannya, tetap saja dapat terjadi kejahatan. Disamping itu pengamatan situasi dan kondis di suatu wilayah dan titik rawan selama 24 jam tidak akan mungkin dapat terlaksana dengan baik apabila personil yang ada jumlahnya sangat terbatas,
dari hal tersebut maka pemerintah Kabupaten Purwakarta dalam melindungi dan memberikan pelayanan maksimal kepada warganya memerlukan sebuah sarana CCTV sebagai salah satu alternative ideal untuk mengatasi permasalahan tersebut.

Pengembangan CCTV di Kabupaten Purwakarta digunakan untuk memonitor wilayah & titik rawan yang meliputi :

- Tempat strategis, obyek vital, kantor pemerintahan dan perwakilan asing, tempat wisata, sentra pelayanan masyarakat, sentra kerajinan dsb.

- Pintu air vital, daerah rawan banjir, daerah rawan gempa, daerah rawan gunung berapi dsb.

Dengan adanya sistem monitoring ini diharapkan keadaan situasi pada titik rawan tersebut dapat dipantau secara langsung sehingga dapat dilakukan penanganan tindak lanjut secara cepat dan tepat.

Internet for the people
Internet for the people merupakan target pemerintah Kabupaten Purwakarta dalam mencerdaskan dan memberikan informasi kepada masyarakat. Strategy Internet for the people ini adalah dengan membuat titik titik penyebaran internet (Hot spot) di beberapa daerah tertentu, yang dapat diakses masyarakat secara bebas. Internet for the people ini akan dilakuakn dengan beberapa tahapan sebagai berikut :

- Memberikan akses internet education di sekolah sekolah melalui internet goes to school.

- Memberikan akses internet di tempat yang dapat dijadikan outdoor scholling (ex : sekitar kantor 
   perpustaskaan/ex situ buled)

- Memberikan akses internet di sekitar gedung instansi pemerintah yang sudah terkoneksi melalui jaringan 
  e- government.

Rabu, 03 Oktober 2012

Bisnis Informatika

Bisnis Informatika merupakan sebuah kegiatan / usaha yang dilakukan suatu organisasi / individu yang menjual barang atau jasa kepada konsumen atau bisnis lainnya, untuk mendapatkan laba. dengan memanfaatkan sebuah media teknologi informasi seperti internet yang dewasa ini sudah menjadi kebutuhan setiap orang untuk menggunakannya. bisnis jenis ini sekarang sedang banyak digunakan oleh berbagai perusahaan, baik itu di indonesia maupun diluar negeri. tentunya dengan berbagai macam benefit yang diberikan bisnis ini, merupakan salah satu media iklan dan promosi yang menarik, murah, cepat dan efisien, karena semua dapat dilakukan melalui dunia maya( internet )/ situs online yang kita buat. baik itu mulai dari sarana beriklan, sarana bertransaksi memesan barang dan jasa, sarana pembayaran dan masih banyak lagi.

Selanjutnya saya akan membahas tentang sebuah perusahaan yang menggunakan metode Bisnis Informatika  sebagai salah satu media dalam menjalankan bisnisnya, berikut ini deskripsinya : 




Visi

Pemimpin Industri yang Dikagumi secara Nasional

Misi

Membawa Kehidupan yang Lebih Baik untuk Masyarakat

Nilai 

Teamwork
Excellence
Achieving
Moving Forward


PT. Federal International Finance merupaka salah satu anak perusahaan ASTRA Group yang bergerak dibidang pembiayaan kendaraan bermotor. perusahaan ini menggunakan Bisnis Informatika sebagai salah satu sarana untuk advertising perusahaan, produk dan jasa yang mereka jual kepada konsumen. tentunya masih ada berbagai media yang digunakan, selain situs internet ini, akan tetapi dewasa ini internet merupakan suatu kebutuhan bagi setiap orang, sehingga merupakan media yang sangat tepat untuk mengkomunikasikan, memperkenalkan berbagai jenis produk, jasa, layanan, dan perusahaan kepada khalayak masyarakat. 

Recruitment
Sistim Recruitment pegawai PT. FIF menggunakan beberapa pola, diantaranya yaitu MDP ( Management Development Program ) yaitu bagi pelamar yang lolos seleksi akan diberikan training selama satu tahun yang kemudian setelahnya akan di angkat menjadai pegawai apabila memenuhi syarat dan bersedia ditempatkan diseluruh indonesia. 
ada pun sistem lain yaitu dengan menggunakan tenaga Consultant / Out Sourcing yang apabila telah memenuhi kriteria dan syarat akan diangkat sebagai pegawai tetap. 

CSR( Corporate Social Responsibility ) PT.FIF 



PT. FIF memberikan bantuan sebagai bentuk dari tanggung jawab social kepada masyarakat yang mencakup berbagai aspek diantaranya :

Pendidikan
Pendidikan merupakan hal penting dan strategis untuk memperoleh tingkat kesejahteraan ekonomi yang cukup mapan. Membangun dan mengembangkan pendidikan, berarti membangun generasi muda sebagai sumberdaya manusia yang profesional. FIF selalu memiliki hati dalam pengembangan pendidikan berupa sekolah asuh berwawasan lingkungan dalam lingkup area kerjanya untuk program-program pelatihan guru, beasiswa, ataupun bantuan infrastruktur, demi mencapai kesejahteraan bangsa Indonesia.

Kegiatan Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat
Kemiskinan adalah kondisi kehidupan serba kekurangan yang dialami seseorang, sehingga tidak mampu memenuhi kebutuhan dasarnya. Seperti benang kusut, apabila kemiskinan masih menghantui masyarakat, maka hal lainnya akan terpengaruh seperti tetap miskin dengan pendapatan rendah, gizi buruk, pendidikan rendah, dan produktifi tas rendah. FIF menyalurkan bantuan berupa program pemberdayaan ekonomi masyarakat dengan harapan kesejahteraan masyarakat bisa meningkat. Penguatan komunitas dan konsistensi pendampingan menjadi faktor penting keberhasilan program.

Kesehatan Masyarakat
Peningkatan pemahaman tentang sadar kesehatan bertujuan untuk meningkatkan kesehatan masyarakat. Dalam rangka membangun kualitas hal tersebut, FIF turut berkontribusi dalam program POSYANDU, periksa kesehatan gratis, mobil layanan peduli kemanusiaan, donor darah, dan bantuan operasi pasien wajah sumbing.

Lingkungan HidupPerubahan iklim merupakan salah satu ancaman kehidupan di bumi yang paling signifi kan. Salah satu cara untuk mengurangi percepatan pemanasan global adalah merubah gaya hidup yang tidak ramah lingkungan. FIF berkomitmen dalam pelestarian lingkungan dengan melakukan program hemat energi, hemat kertas, dan kebiasaan menanam pohon dalam program penghijauan taman kota, penanaman pohon bakau, kebersihan dan kesehatan lingkungan, serta pemahaman konsep Mengurangi, Menggunakan Kembali, Daur Ulang.

Hubungan Masyarakat
Suksesnya FIF dengan area kerja yang tersebar merata secara nasional, memiliki arti dukungan dan hubungan silaturahmi yang baik dari masyarakat sekitar. Hubungan dengan masyarakat yang terjaga baik tersebut adalah komitmen FIF yang diaplikasikan dalam program tanggung jawab sosial rutin, mulai dari RT, RW, Kelurahan, atau jenjang pemerintahan daerah lainnya. Kegiatan yang diselenggarakan adalah dalam bentuk hibah, termasuk di dalamnya program khitanan massal, HUT Republik Indonesia, pengajian, buka puasa bersama, dan kegiatan-kegiatan positif lainnya.

Senin, 23 April 2012



Narasi Game “Petualangan Dodo dan Dodi di Dunia Pengetahuan”


Permainan ini menceritakan perjalanan dua orang anak yang bersekolah di tingkat sekolah dasar yang bernama Dodo dan Dodi. Mereka bersekolah di Sekolah Dasar Maju Terus dan sedang duduk di kelas 6 SD. Suatu ketika mereka menemukan sebuah kotak berisi puzzle dan sewatu mereka ingin mencoba memainkannya, hal yang tidak diduga terjadi. Mereka terhisap ke dalam puzzle tersebut.

Secara tiba-tiba, mereka berada di sebuah dunia yang mereka tidak kenali. Dodo si periang merasa amat senang sedangkan Dodi yang kurang berani ingin kembali kedunia mereka. Di dunia tersebut, mereka bertemu dengan seorang anak perempuan bernama Yuli. Yuli menjelaskan bahwa mereka berada di dunia yang disebut “Pengetahuan”. Yuli menjelaskan cara agar mereka dapat kembali pulang, yaitu dengan membuka semua pintu yang terkunci pada dunia tersebut. Pintu-pintu tersebut berada di sekitar mereka. Untuk membuka pintu-pintu tersebut, mereka harus memasukkan benda kunci ke dalam pintu tersebut. Benda kunci untuk membuka pintu tersebut adalah objek-objek yang tersebar di dalam peta.

Setelah menyelesaikan semua tingkat dan membuka semua pintu, Dodo dan Dodi pun kembali ke dunia mereka dan mereka pun mengikuti Ujian Nasional dan mendapatkan nilai yang terbaik di sekolahnya karena berbekal pengetahuan yang telah mereka dapatkan dari petualangan mereka di dunia “pengetahuan”.





Cara Bermain Game “Petualangan Dodo dan Dodi di Dunia Pengetahuan”


Berikut ini merupakan cara bermain dari game “Petualangan Dodo dan Dodi di Dunia Pengetahuan” :

Tombol :


W = untuk maju

S = untuk mundur

A = untuk berputar ke kiri

D = untuk berputar ke kanan

Spasi = untuk memilih/mengambil objek

Enter = untuk mulai/masuk

Prosedur Permainan :

Untuk memenangkan permainan ini, pemain disuruh untuk mencari objek sesuai dengan urutan nama yang diminta. Objek harus sesuai dengan permintaan. JIka pemain berhasil mengumpulkan objek-objek tersebut, pemain akan mendapatkan informasi yang sesuai dengan objek yang didapat. Pemain mengharuskan mengambil semua objek kunci yang berada pada ruangan/map, untuk dapat membuka pintu ke level selanjutnya.

Permainan akan berhenti ketika semua objek berhasil ditemukan.