Senin, 17 Desember 2012

Suatu usaha dari Sistem Manual beralih ke Sistem Online

Dewasa ini penerapan teknologi informasi dan komunikasi sanagt penting dalam dunia bisnis sebagai suatu sarana / alat bantu dalam upaya memberikan suatu nilai lebih dalam kancah persaingan bisnis. Pembangunan Teknologi Informasi Perusahaan dilakukan secara step by step bertahap sampai sistem holistik atau menyeluruh selesai dibangun, hal tersebut disesuaikan dengan kekuatan sumber daya yang dimiliki. Dalam penerapannya rencana strategis Teknologi Informasi disesuaikan dengan Rencana Perusahaan, agar setiap penerapan Teknologi Informasi dapat memberikan nilai bagi Perusahaan. penerapan Teknologi Informasi yang dilakukan dikategorikan sebagai berikut:

- kebutuhan spesifik Perusahaan terutama yang berkaitan dengan proses penciptaan produk/jasa yang ditawarkan Perusahaan antara lain Aplikasi Properti, Aplikasi Forwarding dan Aplikasi Pergudangan.

- Aplikasi Teknologi Informasi yang menjadi landasan dari berbagai aplikasi lain yang ada di dalam Perusahaan antara lain sistem operasi, basis data, network management dan lain-lain.
Aplikasi yang sifatnya mendasar (utility) yaitu aplikasi Teknologi Informasi yang dipergunakan untuk berbagai urusan utilisasi sumber daya Perusahaan anatara lain sistem penggajian, sistem akuntansi & keuangan dan lain-lain.
Tentunya dengan diterapkannya Teknologi IT pada perusahaan yang tadinya menggunakan sistem manual menjadi otomatis, hal ini akan memberikan effort yang postif , diantaranya dapat mengurangi biaya untuk tenaga kerjanya, biaya untuk kertas, alat tulis, waktu,
dengan adanya Konsep Otomatis tentunya akan memperbendek rantai birokrasi, yang tadinya selesai dalam beberapa hari dengan Konsep Otomatis hanya butuh waktu hitungan 1-2 jam,  Apabila waktu tadi kita konversikan ke biaya maka akan mendapatkan penghematan yang besar.
karena dengan IT maka data yang dibutuhkan dapat diperoleh dengan cepat. Hal ini tentu saja akan menjadikan perusahaan menjadi lebih kompetitif. Sebab dampaknya akan sangat besar bisa jadi karena pengambilan keputusan yang lambat sebuah perusahaan akan kehilangan banyak order.
Dengan penerapan teknologi IT kita akan dapat menghemat baiaya promosi dan pemasaran, karena promosi lewat web site akan sangat murah dan konsumen dapat melihat profil perusahaan dari mana saja diseluruh dunia.
Dengan IT maka sistem akan dapat terintegrasi disemua kantor atau perusahaan sehingga hal ini akan dapat meningkatkan kecepatan dalam merespon sesuatu dan pihak manajemen akan dengan cepat mengetahui kondisi perusahaannya tanpa harus berkunjung ke kantor cabang yang jauh dan memakan biaya transportasi.

Berikut merupakan benefit yang dapat diperoleh perusahaan dengan Konsep Otomatisasi ( Manual beralih ke Online) diantaranya : 

Minimize risk Setiap bisnis memiliki risiko, terutama berkaitan dengan faktor faktor keuangan. Pada umumnya risiko berasal dari ketidakpastian dalam berbagai hal dan aspek-aspek eksternal lain yang berada diluar control perusahaan.. Saat ini berbagai jenis aplikasi telah tersedia untuk mengurangi risiko-risiko yang kerap dihadapi oleh bisnis seperti forecasting, financial advisory, planning expert dan lain-lain. Kehadiran teknologi informasi selain harus mampu membantu perusahaan mengurangi risiko bisnis yang ada, perlu pula menjadi sarana untuk membantu manajemen dalam mengelola risiko yang dihadapi.

Reduce costs Peranan teknologi informasi sebagai katalisator dalam berbagai usaha pengurangan biaya-biaya operasional perusahaan pada akhirnya akan berpengaruh terhadap profitabilitas perusahaan. Sehubungan dengan hal tersebut biasanya ada empat cara yang ditawarkan teknologi informasi untuk mengurangi biaya-biaya kegiatan operasional yaitu:

Eleminasi proses Implementasi berbagai komponen teknologi informasi akan mampu menghilangkan atau mengeliminasi proses-proses yang dirasa tidak perlu. Contoh call center untuk menggantikan fungsi layanan pelanggan dalam menghadapi keluhan pelanggan.

Simplifikasi
proses Berbagai proses yang panjang dan berbelit-belit (birokratis) biasanya dapat disederhanakan dengan mengimplementasikan berbagai komponen teknologi informasi. Contoh order dapat dilakukan melalui situs perusahaan tanpa perlu datang ke bagian pelayanan order.

Integrasi proses Teknologi informasi juga mampu melakukan pengintegrasian beberapa proses menjadi satu sehingga terasa lebih cepat dan praktis (secara langsung akan meningkatkan kepuasan pelanggan juga).

Otomatisasi proses Mengubah proses manual menjadi otomatis merupakan tawaran klasik dari teknologi informasi.

Add Value Peranan selanjutnya dari teknologi informasi adalah untuk menciptakan value bagi pelanggan perusahaan. Tujuan akhir dari penciptaan value tidak sekedar untuk memuaskan pelanggan, tetapi lebih jauh lagi untuk menciptakan loyalitas sehingga pelanggan tersebut bersedia selalu menjadi konsumennya untuk jangka panjang.

Create new realities Perkembangan teknologi informasi terakhir yang ditandai dengan pesatnya teknologi internet telah mampu menciptakan suatu arena bersaing baru bagi perusahaan, yaitu di dunia maya. Berbagai konsep e-business semacan e-commerce, e-procurement, e-customer, e-loyalty, dan lain-lainnya pada dasarnya merupakan cara pandang baru dalam menanggapi mekanisme bisnis di era globalisasi informasi.

Disini saya akan ambil sample sebuah perusahaan yang bergerak dibidang fast food atau makanan cepat saji yang mengimplementasikan Sistem Online (beralih dari manual ke online) : 


KFC merupakan suatu usaha dibidang fast food yang memulai bisnis nya dengan konsep manual , yaitu hanya dengan melakukan pemasaran produk lewat store saja, dan hingga saat ini KFC sudah memiliki layanan WEB, Memesan via Call Center utk pesan antar, Memesan lewat Email dan berbagai sarana IT lainnya yang saat ini sedang di aplikasikan dan menjadi salah satu strategi Pemasaran Perusahaan melalui Konsep Online untuk memuaskan dan mempermudah pelanggan dalam memesan produknya.